Pulang Mudik, Pergi Dari Kampung Halaman Bukan Berarti Meninggalkan Untuk Selamanya


07.16.15 Posted in My Favorite Story by

Ketika aku pulang ke rumah di desa, itu berarti kembali ke masa kecilku, bertemu atau hanya mendengar kabar teman bermain dulu, juga tempat awal dimana belajar tentang hidup.
Aku cukup beruntung karena bisa bekerja dibidang yang ku sukai. Bisa dikatakan dekat tetapi lumayan jauh ketika harus ditempuh setiap hari, karena memang belum memungkinkan kulakukan di rumahku, berada di tempat tidurku sendiri setelah selesai bekerja, melihat saudara ku, bapak, ibu yang sedang memasak dan binatang peliharaan. Di rumah punya beberapa kucing. Aku punya anak kucing lagi, sekitar setahun yang lalu dan sekarang aku akan mengunjunginya untuk sementara waktu.

Miyauchi Renge – We’re Going To Okinawa [Non Non Biyori]
Renge ketika berpamitan dengan tempat-tempat biasa dia bermain (di kampung) sebelum pergi meninggalkannya untuk sementara waktu.
Hanya karena masih anak kecil mungkin “Renge” masih tidak berpikiran untuk meninggalkan kampung halamannya, banyak orang dewasa meninggalkan kampungnya dengan berbagai alasan dan tidak pernah pulang lagi. Banyak dari mereka juga sampai putus hubungan dengan keluarga, saudara, teman dan tempat dia lahir dulu. Jadi aku rasa masih cukup beruntung ketika sekarang ada tempat untuk pulang, ada keluarga di rumah yang menunggu dan waktu untuk bersama mereka. Aku pikir juga orang tua, para leluhur, dan kampung halaman kita akan bahagia bila kita ingat dan mau mengunjunginya. Aku juga tidak tahu pasti seperti apa perasaan mereka, mungkin bisa ditanyakan pada Indonesia.

Miyauchi Renge – We’re Going To Okinawa [Non Non Biyori]Miyauchi Renge (Non Non Biyori)Renge ketika berpamitan dengan tempat-tempat biasa dia bermain (di kampung) sebelum pergi meninggalkannya untuk sementara waktu.Hanya karena masih anak kecil mungkin “Renge” masih tidak berpikiran untuk meninggalkan kampung halamannya, banyak orang dewasa meninggalkan kampungnya dengan berbagai alasan dan tidak pernah pulang lagi. Banyak dari mereka juga sampai putus hubungan dengan keluarga, saudara, teman dan tempat dia lahir dulu. Jadi aku rasa masih cukup beruntung ketika sekarang ada tempat untuk pulang, ada keluarga di rumah yang menunggu dan waktu untuk bersama mereka. Aku pikir juga orang tua, para leluhur, dan kampung halaman kita akan bahagia bila kita ingat dan mau mengunjunginya. Aku juga tidak tahu pasti seperti apa perasaan mereka, mungkin bisa ditanyakan pada Indonesia.

Posted by Dita Setiawan on Wednesday, 15 July 2015



Leave a Reply