Jiraiya Sannin Legendaris Bergolongan Darah B


02.03.15 Posted in My Favorite Story by

Jiraiya “Legendary Sannin

Jiraiya berarti “semangat muda” atau young thunder, salah satu tokoh di anime Naruto yang sifat dan karakternya sangat ku suka. Mungkin karena sifatnya mirip kemudian aku baca data biography nya, dan ternyata Jiraiya bergolongan darah B juga.

Hal yang membuatku tertarik;

  1. Dia bukan seorang ninja lahir dengan kelebihan/bakat, bahkan diantara ketiga murid gurunya Sarutobi dia adalah paling bodoh dibandingkan dengan Tsunade dan Orochimaru. Kelebihannya dia seorang yang pantang menyerah dan selalu berusaha.
  2. Dia seorang legenda Sannin dan ninja terkuat di Konoha setelah Sarutobi meninggal dunia, dan sangat pantas menjadi Hokage ke 5 tetapi dia menolaknya dan menyarankan agar memilih Tsunade menjadi Hokage. Dia berjanji akan selalu mendukung temannya itu dengan segala kemampuannya ketika Tsunade mau menjadi Hokage. Aku pun juga akan melakuan hal yang sama.
  3. Sebagai seorang tokoh kuat di Konoha, dia sangat di hormati oleh ninja ninja lain bahkan di negeri lain diluar Konoha. Tetapi bahkan anak kecil pun(Naruto) bisa memanggilnya sembarangan (Petapa Genit, Ero-sennin, Pervy Sage), bahkan kemesumannya pun tidak disembunyikan/tidak jaim. Itu pun sangat tidak masalah buatku.. hahaha
  4. Suka menulis buku genre romance tetapi dia sendiri setahuku kehidupan percintaan nya tidak dibahas. Kalo mythology kuno Jepang lain, Jiraiya menyukai Tsunade.
  5. Melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain dan masyarakat tidak perlu di ketahui, cukup melakukan apa yang kita mampu semaksimal mungkin. Dia menjadi guru Hokage ke Empat dan Naruto, mengumpulkan informasi ketika berkeling mencari inspirasi menulis buku. Itu yang bisa dilakukan nya dan ketika Minato menjadi Hokage, Naruto menjadi ninja pahlawan atau buku nya sangat disukai Kakashi, itu bukan hal yang perlu disombongkan.

Jiraiya tokoh yang dikenal agak mesum (youtube “tsunade 106“), suka main perempuan (katanya buat inspirasi menulis novelnya), banyak uang (dari royalty penjualan novelnya mungkin), suka berkelana di negeri orang, banyak informasi, selalu hidup sendiri, mengklaim dirinya ganteng.

Scene yang paling ku ingat adalah

Ketika Jiraiya berpamitan terakhir kali nya kepada temannya Tsunade, dengan seperti bercanda tetapi itu sangat serius, seperti pertanyaan tapi itu sebuah pernyataan.

Tsunade sebelumnya dikenal sebagai penjudi yang selalu kalah dalam hal taruhan. Ketika itu Jiraiya pergi untuk menyelidiki muridnya sendiri yang sangat kuat yaitu ketua Akatsuki, Pain.

Tsunade : “kembalilah hidup hidup..”

Jiraiya: ” Akan kah kamu menangis untukku?! Hahaha… Aku yakin akan banyak air mata seperti yang di dapat Dan kan…hahaha (Dan adalah kekasih Tsunade yang meninggal ketika jaman perang antar negara ninja)

Tsunade : “Sialan, ini bukan waktunya bercanda..”

Jiraiya : “Baiklah bagaimana kalau kita manfaatkan keahlian judimu? Pertaruhkan segalanya untuk kematianku, lagipula kamu selalu memilih yang salah. Sebagai gantinya aku akan kembali dengan keadaan selamat..”

Tsunade: ??? (Tidak menjawab apa apa)

Jiraiya: ” hahahaha… Aku bercanda….”

(Dalam hal ini Tsunade menurutku memang seharusnya diam dan tidak mempertaruhkan apa-apa. Walaupun tidak pernah menang masak mempertaruhkan kematian temannya, kalaupun bertaruh Jiraiya kembali dengan selamat, Jiraiya tahu bahwa Dia tak pernah menang dalam taruhan, itu sama halnya berpikir Jiraiya akan mati nantinya. Jadi diamnya Tsunade adalah jawaban terbaik.

Setelah itu mereka ngobrol layaknya temannya lama, bercerita tentang semua yang dilakukan Jiraiya. Tentang alasan mengapa seorang lelaki sendiri (novel yang ditulis Jiraiya), cerita tentang muridnya Minato yang jenius dan menjadi Hokage ke 4 diusia muda, masa depan Konoha dan pesan Jiraiya agar berhati hati dengan para petinggi desa. Sebelum pergi Tsunade pun menyuruh Jiraiya mengirim salah satu kataknya jika terdesak, dia akan segera datang membantu.  Dengan kata lain mungkin Tsunade tidak peduli dengan Konoha ketika temannya dalam bahaya, Dia berpikir toh di Konoha masih ada orang seperti Kakashi dan Naruto yang bisa menjadi masa depan Konoha. Jiraiya menolaknya, intinya Tsunade harus tetap di Konoha biar rakyat tenang. Jiraiya akan lebih memilih mati untuk Konoha seperti murid dan gurunya.

Dan pada akhirnya Jiraiya mati dalam perang melawan muridnya dulu, Pain. Mungkin itu akan menjadi kesedihan dan penyesalan Tsunade yang dalam ketika membiarkan temannya melakukan sesuatu hal yang berbahaya sendirian.

Ouwh cerita romance aneh lah kalo antara Tsunade dan Jiraiya, kalo aku penulisnya ku buat mereka menikah dan happy ending lah hahahaha…

-CMIIW

————————–

Sepertinya sang takdir sudah ditugaskan untukku agar perkataan dan perbuatanku selalu lurus dan memang semestinya harus diungkap kan. Bahkan ketika aku berkata sembarangan dan buatku tidak ada makna, sang takdirpun merekayasa sehingga orang-orang menjadi merasa aku menyinggung mereka akan kenyataan sesungguhnya yang mereka alami, bahkan ketika aku tidak tahu masalahnya. Sang takdir membuat orang-orang merasa aku menyindir mereka, aku marah pada mereka, aku melarang mereka, aku mengguru’i mereka.

Kata teman sesatku, “kan sudah diajarkan kalo melempar batu harus sembunyikan tangan, lah kowe sudah melempar ‘bom waktu’ yang disimpan rapat malah cengengesan”.

Lah kalo aku mah ya gak tahu apa-apa, hidupku begini-begini aja. Seingatku aku dalam bertindak atau berkata tidak menginginkan suatu pujian, tidak untuk terlihat keren atau apapun sehingga aku terlihat seperti orang yang berguna dan perlu diperhatikan keberadaannya. Aku paling tidak suka kebahagiaanku diganggu orang lain maka sudah ku wajibkan diriku untuk tidah mencampuri urusan orang lain, bahkan aku hanya akan diam-diam meninggalkan kalian kalo sekiranya apa yang kulakukan akan merusak kebahagiaan kalian/Unfriend. Jadi kalo ada perkataan atau perbuatanku yang menginspirasi Anda, ya syukuri aja, anggap saja hukum karma sedang bekerja untuk Anda..



Leave a Reply