Blog


0 Comments

Alasanku Tidak Golput untuk Pilpres 2014

07.01.14 Posted in My Favorite Story by

Beberapa hari lalu, tepatnya Jum’at tanggal 27 Juni 2014 kebetulan menemani teman mengurus hak pilihnya untuk Pilpres  di KPU Kabupaten Sleman. Mengejutkanku ketika sampai di KPU Sleman, banyak juga orang yang mengurusnya, kebanyakan mahasiswa yang berasal dari luar Jogja. Tentunya kutanya temanku itu, mengapa mereka repot-repot mengurus hak pilih mereka, ketika meraka bahkan harus membayar saat mengurus surat keterangan domisili dari RT setempat sebagai syaratnya (ternyata cukup KTP saja kalo sudah terdaftar jadi DPT di daerah asal).

Alasan, katanya ada harapan pada salah satu calon Presiden kita, mereka yakin jika calon pilihan mereka menang akan ada perubahan yang selama ini tidak seperti yang mereka harapkan. Ada calon Presiden ketika Beliau nantinya kalah dan mereka diam saja ketika bisa menentukan, akan ada yang disesalinya. Melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan, itu sudah cukup dan nantinya tidak akan ada hal yang menyesakkan dada ketika kalah sekalipun. Bangga dan salut buat mereka yang kuanggap sadar hidup bernegara, masih peduli dengan nasib bangsa dan negaranya, tidak hanya ngomong thok dan kemarin yang kuanggap sadar hidup bernegara itu, yang cewek  rata-rata cantik hahaha…

Sejak saat itu, kupikir aku tidak seharusnya cuek, sok-sok’an apatis tidak percaya pada pemerintahan, selalu berkeyakinan bahwa pemerintahan selama ini selalu diisi orang yang tidak jujur dan tidak ahli dibidangnya, meyakini bahwa orang-orang yang masuk di pemerintahan selalu dengan cara-cara yang tidak benar seperti dengan menyogok, relasi keluarga dan setelah masuk pemerintahan memanfaatkan jabatannya untuk kurupsi, menekan orang lain, memeras, melancarkan usaha keluarganya  dll..

Selama ini memang aku sendiri merasa kurang peduli ya dengan situasi politik, bahkan di pemilu caleg kemarin tidak tahu sama sekali tokoh mana yang harus kupilih sehingga manut ibuku saja hehehe… Memilih Presiden seingatku aku baru sekali saja, dulu waktu pak SBY yang pertama, kalo yang kemenangannya yang keduanya seingatku gak nyoblos. Waktu itu kupikir tokohnya hanya itu² saja, kan sudah jelas tidak ada perubahan yang signifikan.

Sekarang 2014 ini muncul  tokoh baru yang bila didefinisikan mungkin jauh berbeda dengan Presiden sebelumnya. Sepertinya harus kita renungkan dalam hati, harus kita rasakan (emosional  tetapi tetap rasional) tentang  definisi pemimpin yang sebenarnya, definisi cara memerintah yang benar.

Setelah mendengarkan kata hati, jujur benar-benar tanpa rasa kebencian kepada siapapun, jujur tanpa ada anggapan buruk pada siapapun, memang ada salah satu tokoh yang harus kupercaya dan kupilih untuk pertama kalinya dengan yakin tahu pilihanku itu. Nah untuk itu, kupikir ini pertama kalinya  aku menaruh harapan dan benar-benar percaya pada seorang tokoh yang bisa memimpin negara ini untuk lebih baik.

Sebenarnya kemarin aku masih berpikir cukup aku saja yang tahu apa yang nanti aku pilih, dan tidak pernah berniat menyampaikan dukunganku ini secara terbuka. Tetapi  setelah melihat perkembangan yang ada di dunia maya (kebetulan suka baca dan mencari  rejeki  lewat internet) ada yang salah dengan proses ini. Jujur aku jarang menonton televisi soal berita, yang kutahu ya lebih banyak lewat blog, social media, situs berita online, yang berhubungan dengan internet’lah. Dan apa yang aku baca aku rasa ada sebagian yang tidak mungkin ditayangkan di televisi, bagaimana ejekan, opini dan teori konspirasi yang menurutku nilai manusiawinya sudah tidak ada. Menjadi kepikiran karena teman-teman dan orang-orang yang kuanggap pendidikannya diatas rata-rata mempercayai hal-hal yang belum tentu kebenarannya. Di sosial media mereka  shared artikel yang gak jelas penulisnya, kebenaran isinya pun dipertanyakan. Seperti semua informasi ditelan mentah-mentah tanpa dianalisis, seperti mudah percaya begitu saja. Kalo memang benar-benar ragu dari isi apa yang anda baca itu, tidak tahu itu benar atau salah, bukankah kalian masih punya hati nurani untuk menyaring informasi itu. Layak atau tidak suatu informasi itu dishared, menurutku adalah sebuah informasi yang membahagiakan/sebuah informasi tentang prestasi. Ketika sebuah informasi yang kebenarannya diragukan dan atau mungkin itu benar, tetapi informasi itu kita tidak bisa memverifikasinya dan kemungkinan menimbulkan sakit hati kepada seseorang atau kelompok tertentu, menurut standarku itu tidak layak dishared di media sosial. Untuk meninggikan seseorang tidak harus dengan cara merendahkan pihak lawannya, kenapa cara kita mencintai seseorang harus dengan cara yang menyakiti hati orang lain. Dukungan yang emosional, membabi buta sudah tidak rasional itu ada pada pendukung kedua calon Presiden kita nantinya. Ya sudahlah, kalo boleh mengingatkan sebagai manusia gunakan otak kalian untuk berpikir, menganalisa dan benar-benar dengarkan hati nurani kalian untuk menyikapi sebuah informasi.

Mendefinisikan Pemimpin yang Baik dan Menentukan Pilihan

Diawal tadi pernah kusinggung tentang definisi pemimpin dan cara memerintah yang benar. Apakah selama ini kita salah mendefinisikannya, apakah kenyataanya tidak seperti yang kita bayangkan. Selama ini definisi pemimpin yang baik adalah yang tegas, gagah, tampan, sakti mandraguna, kaya, berwibawa dll.. Ya selama ini itu yang ada dipikiran kita dan selalu akan menjadi pilihan utama untuk menjadi pemimipin kita, tetapi apa hasilnya selama ini, ya seperti ini.. rasakan dan hayati dengan hati nulari kalian sendiri. Apakah definisi  pemimpin seperti itu memang benar-benar pemimpin sejati, apakah memilih pemimpin seperti itu memberi rasa tenang dan bahagia di hati kita. Apapun pilihan pilihan kalian, aku harap yang berasal dari suara hari nurani kalian, dengarka suara itu bro hidup kalian akan bahagia tidak ada penyesalan.

Parameterku dalam memilih, mungkin bukan seperti cara memilih kebanyakan orang sekarang ini.

Tetapi bisa kupastikan aku tidak pernah menghina atau merendahkan salah satu calon Presiden karena alasan yang belum pernah ku ketahui kebenarannya. Karena menurutku, bahkan ketika seseorang berkata jujur kepada kita tetap saja itu bagiku hanya sebuah asumsi atau dengan kata lain tetap saja bukan sesuatu yang harus kuyakini. Entah kenapa dibidang apapun kalau diharuskan memilih, pasti sebenarnya sebelum lihat statistik/sejarah/track record/prestasi atau apapun cerita dibelakangnya sudah pasti di otak sudah ada bayangan, apa yang harus kupilih (insting mungkin ya..) Kalau bertemu langsung dengan seseorang, entah kenapa ketika melihat raut wajah seseorang aku merasa sudah tahu sifatnya, seperti bisa membedakan raut muka orang yang jujur dengan orang yang licik hehehe.. dan itu sangat tidak dibenarkan tetapi selama ini kujalani hahaha..

Ini cara memilihku ketika tidak tahu kebenaran dari  suatu informasi, opini dan teori konspirasi yang sudah kubaca selama ini.

Tidak suka memilih seseorang karena silsilah keluarga dan sesuatu yang tidak berkaitan dengan apa yang dikerjakan,  kalau dia mampu dan bisa ya ku dukung bahkan ketika mungkin latar belakangan idealisme sangat bertentangan denganku. Untuk parameter ini yang penting hasil yang dikerjakan, tidak peduli latar belakang keluarga seseorang itu, berasal darimana orang itu dan keyakinannya.

Tidak suka memilih Idola karena kelebihan yang dinamakan bakat sejak lahir, lebih suka sesuatu karena karena ketekunan belajar dan latihannya. Untuk parameter ini, “image” apapun tidak dipakai seperti jujur ataupun tegas; bentuk fisik dan umur tidak dipakai; kepandaian ngomong tidak kupakai; anggapan otoriter ataupun suka  ingkar janji tidak dipakai; yang terpenting prestasi apa yang sudah dilakukan kalaupun bukan prestasi sesuatulah yang nyata sudah dilakukan buat masyarakat dan negaranya.

Oleh karena itu menurutku, Jokowi merupakan sebuah definisi pemimpin yang baru, definisi cara memerintah yang baru, definisi cara memperlakukan rakyatnya yang baru, definisi cara mengatasi masalah yang kompleks di masyarakat yang baru. Dan dari apa yang sudah kubaca dan kulihat di televisi, beliau saat ini seorang pemimpin dengan cara memerintah yang lebih tepat diterapkan saat memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Untuk itu aku memutuskan untuk mendukung beliau, dan mari kita dukung sosok pemimpin yang baru seperti ini, ada harapan pada beliau dan harapan itu tidak sama dengan yang sudah terjadi, mungkin akan diam dalam sesal ketika aku tidak berbuat apa-apa padahal aku bisa memberikan satu suara saat hari pencoblosan nanti. Jadi aku putuskan besok tanggal 9 Juli 2014 pulang kampung untuk mencoblos no.2 Jokowi-Kalla. Salam 2 Jari..!!


0 Comments

What’s on your mind? “Account Facebook Ini Menurutku Palsu”

01.07.13 Posted in Facebook, My Favorite Story by

What’s on your mind?
Hal pertama yang membuatku ragu account ini bukan dia sebenarnya adalah obrolan dengan temannya tidak ada kata yang menunjukkan bahwa mereka benar-benar berteman/bersaudara, rasanya mereka tidak akrab sama sekali, saling tidak mengenal dengan baik, banyak basa basi, saling menjaga jarak/takut sesuatu dan saling mengharapkan sesuatu,..
Sepertinya temannya ngobrol di commentnya ini kebanyakan account palsu, dan atau account asli yang sedang tertipu. Seperti yang pernah kulakukan orang dengan account asli akan mudah untuk dibohongi dengan beberapa foto dan sering menanggapi commentnya, itu akan membuat yakin bahwa account ini asli.
Karena ada yang tidak enak dipikiran, untuk pertamakalinya kemudian aku lihat di profile facebooknya… Hah, bukankah dia orang yang cukup makmur, bekerja dengan gaji tinggi dan setahuku dia tidak gaptek, mengikuti perkembangan gadget’lah. Orang berkepribadian macam apa ini, diera smartphones dengan kamera bagus, di umur yang masih muda tetapi fotonya pribadinya sedikit sekali dan terlalu formalitas sekali?!
Sesibuk itukah orang ini, pikirku diumur yang diakuinya sekarang, dia  akan sering berfoto dengan teman akrabnya atau setidaknya di’tag’ temannyalah, akan sering upload fotonya sedang makan bareng, foto saat dia sedang sibuk bekerja atau dia akan memamerkan foto keakrab’annya dengan saudara atau orangtuanya. Ah, terlalu gak logis ini, wajahnya kan lumayannya juga, pikir ku sudah default manusia ingin dipuji atas keelokan wajahnya, lah ini kok dia tidak melakukannnya, ini orang bersifat pemalu atau memang ada yang disembunyikan?! Oh, anggap saja memang sifatnya tidak terlalu suka berfoto, tidak sepertinya orang lain seusianya…
Karena rasa penasaran lagi, aku cari tahu temannya, dan….
Temannya tidak ada hubungan apapun, tidak satu alumni suatu sekolah, tidak satu daerah, tidak satu tempat kerja, bahkan saudaranya pun tidak ada dll…
Belum terlalu yakin cuma di facebook, aku cari tahu di tempatnya katanya kuliah, dan…
Setahuku semua kampus di Indonesia ini, setidaknya  mereka punya website dan harusnya namanya ada di daftar alumni atau saat dia daftar masuk kuliah, atau apasajalah?!. Kok namanya tidak terindex di Google, orang modern macam apa ini, apakah dia lulus dijaman belum ada internet/sudah berumur?!, apa dia berbohong nama aslinya atau sebenarnya dia tidak kuliah?
Aku jadi meyakinkan diriku untuk beranggapan mungkinkah ini account facebook palsu juga atau account asli tetapi dengan menyembunyikan nama aslinya?
Mereka yang sedang berbalas comment ini sebenarnya satu kelompok pembuat account palsu yang saling membantu meyakinkan, dengan saling berbalas comment?
Atau sebenarnya dia sendiri yang membuat beberapa account palsu agar dan saling meyakinkan bahwa accounts nya asli?
Haruskah aku mencari tahu dengan meng-”add” salah satu temannya yang ku anggap akrab dan asli ini?!. Ah, rasanya tidak perlu samasekali, aku terlalu yakin dan belum pernah seyakin ini kalo mereka orang yang sedang terbohongi hehehe…
Sudah pasti mereka juga tidak  saling kenal atau hanya berteman di facebook saja, atau mereka sebenarnya sadar bahwa mereka sedang dibohongi dan menikmati kebohongan tersebut?!..
Haruskah aku mencari tahu dengan cara lain?..
Ah, rasanya tidak sampai sejauh itu rasa keingintahuanku, biarkan saja mereka. Toh, tidak merugikanku juga, tapi sepertinya aku masih penasaran, apa maksudnya dia melakukan hal yang seperti ini?
Dia tidak berjualan suatu produk, tidak sedang share link suatu website, tidak promosi pages facebooknya, apa hanya ingin menambah teman saja?! Ah, bulshitt sekali, terlalu random mencari temannya, tidak ada kesamaan interest apapun mereka.
Oh, mungkin dia butuh teman chat aja, buat menghibur diri sendiri, butuh notifikasi facebook untuk membuatnya bisa bahagia, memang membuat bangga kok ketika kita berhasil sesuai harapan kita, apapun itu. Iya aku rasa itu tujuannya, bisa mendapat semangat dari teman facebook, mempunyai rasa bahwa dirinya adalah seorang sosok yang diperhatikan orang lain, seorang yang ditunggu kehadirannya oleh orang lain, karena mungkin tidak didapatnya di dunia nyata. Oh, berarti ini kumpulan orang-orang yang kehidupan di dunianya nyatanya tidak seindah dunia onlinenya, mereka orang orang yang mencari pengakuan atas dirinya, nilai atas dirinya sebagai seorang yang “awesome”, hanya didapatnya di dunia maya.
Apakah di dunia nyata mereka hanya seorang pecundang saja, nilai mereka tidak setinggi ketika di dunia maya, ah mungkin saja?!.. Iya ya, mereka mencari kebahagiaan dan nilai atas dirinya di dunia maya. Aku rasa ini benar, bukankan mereka akan menghapus account facebooknya ketika ada suatu hal yang tidak menyenangkan dikehidupan onlinenya, ketika diacuhkan dan tidak ada orang yang menganggap keberadaannya. Dan membuat sebuah karakter baru lagi?! mungkin…
Sepertinya aku cukup membuang waktu untuk memikirkan itu, mungkin terlalu kejam juga ketika dia membaca obrolan dengan diriku sendri ini dan sedikit menggangu pikirannya.
Sudah jadi default’ ku menjadi penasaran dan bertanya pada diri sendiri ketika merasa ada sesuatu hal yang tidak “pas”, dan jawabannya pun aku sendiri yang mencari.
Seorang teman berkata, rasa ingin tahu “curious” itu hal terpenting dalam hal belajar apapun apalagi ketika kamu hidup dijaman yang serba online, banyak data dan informasi mudah dimanipulasi. Setidaknya untuk meyakini sesuatu hal perlu memperhatikan sisi logis yang bisa diukur dengan ilmu pengetahuan. Perasaan dan instinct tidak bisa diukur, tapi pastinya sebelum mencapai suatu kesimpulan, ada hal-hal logis yang mempengaruhi penilaian hal tidak terukur tersebut.

0 Comments

Kumpulan Cerita : Pengacara vs Si Gadis Cantik

01.05.13 Posted in My Favorite Story by

Bayi buruk rupa

Seorang wanita sedang menggendong bayi saat mau naik bus.

Sopir bus mengatakan, “Itu bayi paling jelek yang pernah saya lihat..”

Dengan raut muka yang penuh dengan amarah, wanita itu langsung pergi ke tempat duduk paling belakang.

Seorang pria yang duduk disampingnya, tahu bahwa dia sedang kesal kemudian  menanyakan alasannya, kenapa dia merasa sangat kesal..

“Sopir bus itu menghina saya” gerutu wanita itu

Pria itu bersimpati dan berkata:

“Kenapa, tidak seharusnya sebagai orang yang memberikan pelayanan umum berkata-kata yang menghina penumpang”

“Anda benar” katanya “Saya pikir saya harus memberi sedikit pelajaran buat dia supaya tidak terulang pada penumpang lain..”

“Itu ide bagus” kata pria itu “Sini, biar saya jaga’in Monyet Anda”

 

 

Bos SMS

Bos mengirim SMS

“Kirimkan aku, salah satu leluconmu yang lucu..”

Balasan:

“Saya tidak bisa, saya sedang sibuk bekerja”

Boss mengirim SMS kembali:

“Hahaha …. Itu fantastis, kirimi aku yang lain lagi”

 

 

Pengacara vs Si Gadis Cantik

Seorang Pengacara dan Gadis cantik yang duduk berdampingan pada penerbangan Jakarta-Jogja. Pengacara itu bersandar pada Gadis itu dan bertanya apakah Dia mau bermain permainan yang menyenangkan.

Gadis itu tidak mau di ganggu dan hanya ingin tidur sebentar, dengan sopan di menurunkan dan bergeser untuk bersandar pada jendela.

Pengacara itu terus berusaha dan menjelaskankan bahwa permainan itu mudah dan menyenangkan.  Dia menjelaskan, “ Aku akan memberimu pertanyaan, dan jika kamu tidak bisa menjawabnya kamu harus membayarku Rp 50.000 dan begitu juga sebaliknya.”

Gadis itu tetap bersandar pada jendela, memejamkan mata dan berusaha untuk tidur.

Pengacara, agak kesal dan mengatakan “Ok, Jika kamu tidak bisa menjawab kamu cukup bayar aku Rp 50.000, dan Jika aku tidak tahu jawabannya, akan bayar kamu Rp 500.000. Mengira bahwa dirinya akan mudah memenangkan permainan itu melawan Gadis Cantik itu.

Hal itu menarik perhatian Si Gadis Cantik, dan dengan pertimbangan bahwa dengan ikut permainannya dia tidak akan terganggu oleh suara berisik Pengacara itu.

Pengacara meminta memberi pertanyaan pertama ”Berapa jarak dari Bumi ke Bulan?”

Karena benar-benar tidak tahu, Si Cantik tanpa mengucapkan sepatah kata langsung mengambil uang Rp 50.000 dari Tas dan di berikan ke tangan Pengacara itu.

Sekarang, giliran Si Cantik memberi pertanyaaan ke Pengacara, “Apa yang naik ke atas bukit dengan tiga kaki, tapi ketika turun dengan empat kaki?”

Pengacara menatap Si Gadis dengan tatapan bingung. Dia mengeluarkan laptop-nya dan mencari semua referensi, kemudian Dia mencari di Internet. Frustrasi, dia mengirim e-mail ke semua reka kerja dan teman-temannya yang di tahu. Semua sia-sia. Setelah beberapa saat, Pengacara itu membangunkan Si Gadis Cantik dan langsung memberi Rp500.000 di tangannya.

Si Cantik dengan sopan menerima uang Rp.500.000 itu dan kembali melanjutkan tidurnya.

Pengacara, sangat jengkel dan membangunkan Si Cantik dan bertanya “Baiklah, jadi apa jawabannya?”

Tanpa sepatah kata, Si Cantik mengambil uang ke dalam tasnya, dan memberikan Rp 50.000 di tangan Pengacara, dan kembali tidur. 

 

 

Gadis Cerdas

Ada seekor burung yang selalu mengganggu sepanjang waktu seorang gadis cantik.

Akhirnya dia bisa menangkapnya dan memutuskan untuk membunuh dengan cara yang sangat kejam.

Dia membawanya ke bagian atas bangunan gedung & menjatuhkannya.

“Bagaimanapun juga kebanyakan gadis cantik sangat cerdas”

 

 

Perbuatan Baik dan Buruk

Ibu Guru SD sedang mengajarkan muridnya perbedaan perbuatan baik dan buruk.

“Baik anak-anak, mari kita ambil sebuah contoh”, kata Ibu Guru “Jika saya mengambil dompet dari kantong seorang Pria dan mengambil semua uang tanpa sepengetahuannya, siapakah saya?”

Johnny Kecil mengangkat tangan, dengan senyum percaya diri menjawab “Anda pasti Istrinya”

 

 

Tikus Salah Rumah

A: Aku sedang dalam masalah besar!

B: Kenapa bisa begitu?

A: Aku  melihat tikus di rumahku!

B: Oh, Gampang,  yang perlu kamu  lakukan adalah tangkap dengan perangkap tikus.

A: Aku tidak memilikinya.

B: Kalau begitu, belilah satu saja.

A: Aku tidak punya uang untuk membelinya.

B: Aku ada, jika kamu mau

A: Kedengarannya bagus juga.

B: Yang perlu kamu lakukan adalah hanya menggunakan sedikit keju untuk membuat tikus itu datang ke perangkap.

A: Aku tidak memiliki keju sedikitpun.

B: Oke kalo begitu, ambil sepotong roti dan taruh sedikit minyak di dalamnya dan masukkan ke dalam perangkap.

A: Aku tidak punya minyak.

B: Nah loh, kalo begitu taruh sepotong roti, kecil saja.

A: Aku tidak punya roti.

B: Lantas apa yang dilakukan Si Tikus Sialan itu di rumahmu?!! 

 

 

Patah Jari

Seorang pria pergi ke Dokter dan berkata,” Dokter, di mana pun saya menyentuh, itu terasa menyakitkan. ”

Dokter bertanya, “Apa maksud Anda?”

Pria itu mengatakan, “Ketika saya menyentuh bahu saya, itu benar-benar menyakitkan.”

“Jika saya menyentuh lutut saya – OUCH!, sakit sekali”

“Ketika saya menyentuh dahiku, itu sangat, sangat menyakitkan. ”

Dokter mengatakan, “Aku tahu apa yang salah dengan Anda -! Jari Anda telah patah” “ 

 

 

MADE IN NIGERIA

Okon : “Aku ingin uangku sekarang!”

Tom: “Aku akan bunuh diri sehingga aku tidak perlu membayarmu. *Ia menarik pistol dan menembak dirinya sendiri  #Mati

Okon:  ”hahaha ….. Jika kamu berpikir kamu bisa pergi dengan uangku, kamu salah,  aku akan mengikutimu  sampai kamu membayarku.

*Ia mengambil pistol dan menembak dirinya sendiri #Mati juga

Akpors sedang menonton dari kejauhan dia tertawa dan mengatakan “Orang-orang yang lucu, tapi aku ingin menonton ini sampai akhir “  *Ia juga mengambil pistol dan membunuh dirinya sendiri!  #Mati

 

“JADI, JIKA KAMU INGIN TAHU APA YANG TERJADI BERIKUTNYA, KAMU TAHU APA  YANG HARUS KAMU LAKUKAN ….!”


0 Comments

Menikah atau belum, Anda harus membaca ini!

01.05.13 Posted in My Favorite Story by

Ketika aku sampai di rumah, kudapati istriku sedang menyiapkan makan malam, aku memegang tangannya dan berkata, “Ada sesuatu yang penting ingin kukatakan padamu”. Dia duduk dan makan dengan tenang. Ku lihat masih ada luka di dekat matanya.

Tiba-tiba aku tidak bisa membuka mulutku. Tapi aku harus segera memberi tahu apa yang aku pikirkan, Aku ingin bercerai. Aku memulai topik dengan tenang. Dia tampak tidak terganggu dengan kata-kataku, sebaliknya Dia menanyakan padaku dengan lembut, Mengapa?

Aku berusaha tidak menjawab pertanyaannya. Hal itu membuatnya marah dan membuang sumpit dan berteriak “Kamu bukan seorang laki-laki..”

Malam itu, kami tidak berbicara satu sama lain. Dia menangis. Aku tahu dia ingin mencari tahu apa yang terjadi dengan pernikahan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Dia telah kehilangan hatiku, hatiku sekarang untuk Jane. Aku tidak mencintainya lagi. Aku hanya mengasihaninya!!”

Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian dimana Istriku memperoleh rumah, mobil, dan saham 30% dari perusahaanku. Ia memandanginya sekilas dan merobeknya jadi beberapa bagian. Wanita yang telah menghabiskan sepuluh tahun hidupnya denganku kini telah menjadi orang asing.  Aku merasa kasihan waktunya terbuang, tapi aku tidak bisa mundur untuk kembali atau melanjutkanya, seperti yang kukatakan karena sekarang aku sangat mencintai Jane.

Akhirnya Dia menangis dengan keras di depanku, sudah seharusnya aku melihat ini. Bagiku menangis sebenarnya semacam pelepasan. Ide perceraian yang telah menjadi keinginanku selama beberapa minggu tampaknya lebih kuat dan lebih jelas sekarang.

Hari berikutnya, Aku pulang ke rumah sudah larut dan di meja makan kudapati  Dia sedang menulis sesuatu. Aku tidak makan malam tapi langsung tidur dan tertidur sangat cepat karena aku lelah setelah seharian bersama dengan Jane. Ketika aku bangun, Dia masih ada di meja dan menulis. Aku tidak peduli lagi jadi aku berbalik dan tertidur lagi.

 

Di pagi hari, Dia mengajukan persyaratan perceraian: Dia tidak menginginkan apapun dariku, tapi ada yang harus kulalukan dalam satu bulan sebelum perceraian. Dia meminta dalam satu bulan ini, kita berusaha hidup wajar seperti biasanya.

Alasannya adalah sederhana: anak kami akan ujian dalam waktu satu bulan ini dan Dia tidak ingin mengganggu Anak kami dengan persoalan pernikahan kami yang telah rusak.

 

Hal itu membuatku senang. Tapi Dia menginginkan lebih, Dia memintaku mengingat kembali bagaimana Aku membobongnya keluar dari kamar pengantin pada hari pernikahan kami. Dia meminta hal itu dilakukan setiap hari dalam jangka waktu satu bulan, aku harus menggendongnya keluar dari kamar tidur kami menuju pintu depan setiap paginya. Saya pikir Dia sudah gila. Tapi tidak apa-apalah, untuk hari-hari terakhir kami yang tertahan. Aku menerima permintaan anehnya.

Saya mengatakan syarat perceraian itu pada Jane. Dia tertawa dan menganggap itu tidak ada gunanya. Tidak peduli dengan cara apapun, Dia akan tetap menghadapi perceraian itu, Jane mencemoohnya.

Aku dan Istriku tidak pernah kontak badan sejak aku mengungkapkan keinginanku untuk bercerai. Jadi ketika aku menggendongnya keluar pada hari pertama, kami berdua tampak canggung. Anak kami bertepuk tangan di belakang kami. Dari kamar tidur ke ruang tamu, lalu ke pintu depan, aku berjalan lebih dari sepuluh meter dengan Dia dalam lenganku. Dia memejamkan mata dan berkata dengan lembut, jangan memberitahu anak kita tentang perceraian. Aku mengangguk, merasa agak kesal. Aku menurunkannya luar pintu. Dia pergi menunggu bus untuk bekerja. Aku pergi sendiri ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Dia merebah di dadaku. Aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku sudah tidak pernah memperhatikanya lagi untuk waktu yang lama. Aku baru sadar bahwa Dia tidak muda lagi. Ada kerutan halus di wajahnya, rambutnya sudah beruban. Pernikahan kami telah membawa korban pada dirinya. Selama satu menit aku bertanya-tanya dalam hati, apa yang telah kulakukan padanya.

Pada hari keempat, ketika aku mengangkatnya, aku merasakan keintiman kembali. Ini adalah wanita yang telah memberikan sepuluh tahun hidupnya padaku. Pada hari kelima dan keenam, aku menyadari bahwa kami rasa keintiman tumbuh lagi. Aku tidak memberitahu Jane tentang hal ini. Ini akan menjadi lebih mudah ketika harus menggendongnya Dia selama sebulan. Berharap juga setiap hari membuat aku bisa lebih kuat.

Suatu pagi, Dia memilih gaun apa yang akan dikenakan. Dia mencoba beberapa gaun tapi tidak bisa menemukan yang cocok. Lalu ia mendesah, “semua gaunku telah tumbuh lebih besar sekarang”.  Aku tiba-tiba menyadari bahwa ia tampak begitu kurus, itulah alasan mengapa aku bisa membopongnya dengan lebih mudah.

Tiba-tiba aku tersadar… Dia telah mengubur begitu banyak rasa sakit dan kepahitan di dalam hatinya. Tanpa sadar aku mengulurkan tangan dan menyentuh kepalanya.

Anak kami masuk pada saat itu dan berkata, “Ayah, saatnya untuk membawa Mama keluar”. Baginya, melihat Ayahnya melakukan hal itu pada Mamanya telah menjadi bagian penting dari hidupnya. Istriku memberi isyarat pada anak kami untuk mendekat dan memeluknya erat. Aku membalikkan wajah karena aku takut aku akan berubah pikiran pada saat terakhir ini. Aku kemudian memeluknya dalam pelukanku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang tamu dan kemudian ke teras. Tangannya dikeliling’kan ke leherku dengan lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat, itu sama seperti saat hari pernikahan kami.

Tapi berat badannya terasa jauh lebih ringan dan itu membuatku sangat sedih. Pada hari terakhir, ketika aku memeluknya dalam pelukanku, Aku hampir tidak bisa melangkah. Anak kami telah pergi ke sekolah. Aku memeluknya dengan kuat dan berkata, “Aku tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra”.

Aku segera pergi ke kantor …. melompat keluar dari mobil tanpa sempat mengunci pintu. Aku takut keterlambatan akan membuatku berubah pikiran … Aku menaiki tangga. Jane membuka pintu dan aku berkata kepadanya, “ Maaf Jane, aku tidak ingin bercerai lagi”.

Jane menatapku, heran, dan kemudian menyentuh dahiku. “Apakah kamu sedang demam?” Katanya. Aku singkirkan tangannya dari kepalaku. “Maaf, Jane, aku bilang, aku tidak akan bercerai”. “Kehidupan rumah tanggaku yang membosankan disebabkan karena Istriku dan aku tidak menghargai detail dari kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai lagi”.

“Sekarang aku menyadari bahwa sejak aku membawanya ke rumahku pada hari pernikahan kami, aku harus memeluknya sampai kematian memisahkan kami”.

Jane tiba-tiba seperti terbangun. Dia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dan menangis. Aku menuruni tangga dan pergi. Di toko bunga di jalan, Aku memesan karangan bunga untuk Istriku. Pelayan Toko bertanya padaku apa yang harus ditulis pada kartunya. Aku tersenyum dan menuliskan, “Aku akan menggendongmu setiap pagi sampai maut memisahkan kita”.

Sore itu, Aku tiba di rumah, bunga ada di tanganku, senyum di wajahku, aku berlari naik tangga, dan hanya untuk menemukan istriku di tempat tidur yang sudah mati. Istriku telah berjuang selama berbulan-bulan melawan Kanker dan aku hanya sibuk dengan Jane tanpa menyadarinya. Dia tahu bahwa Dia akan segera meninggal dan Dia ingin menyelamatkanku dari padangan negatif dari anak kami, tentang persoalan perceraian kami. Setidaknya, di mata anak kami – Aku suami yang penuh kasih sayang .

 

Moral :

Detail kecil dari kehidupan Anda adalah sesuatu  yang sangat penting dalam sebuah hubungan. Ini bukan tentang rumah, mobil, properti atau uang di bank. Memang semua itu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kebahagiaan tetapi tidak bisa memberikan kebahagiaan dalam diri kita sendiri.

Jadi luangkanlah waktu untuk menjadi teman bagi pasangan Anda dan melakukan hal-hal kecil untuk satu sama lain yang membangun keintiman. Milikilah sebuah pernikahan yang bahagia!

 

Comment / Relevansi :

Ketika saatnya nanti pada suatu hubungan pernikahan tidak harmonis lagi, tidak ada kecocokan atau tidak membuat Anda bahagia lagi. Itu bukan salah dari pernikahan yang telah terjadi, yang salah adalah pada saat awal Anda memilih dan memutuskan Anda menikah dengan siapa. Ketika Anda belum yakin pada seseorang untuk menikah, mungkin Anda harus menunggu dan bersabar dulu, aku pikir alasan karena umur atau yang lainnya itu harus kita abaikan untuk sesuatu yang menentukan kebahagian seumur hidup kita. Percerian, kalaupun itu bukan dosa, setidaknya jika kamu dimasukkan ke Neraka gara-gara itu, tidak perlu ada Kitab Suci yang perlu disalahkan. Hidup sekali, menikah sekali. Menikahlah hanya dengan orang yang benar-benar kamu yakini akan membuatmu bahagia seumur hidupmu. Yakinkan dan tanyakan itu pada hati nuranimu…


0 Comments

Kisah nyata yang terjadi di India

01.05.13 Posted in My Favorite Story by

Kisah nyata ini terjadi di India

 

Aku sedang berjalan-jalan di sebuah pusat toko perbelanjaan (Big Bazar, Mall), saat itu aku melihat Kasir sedang berbicara dengan seorang anak laki-laki, usia sekitar 5-6 tahun..

Kasir berkata “Kami mohon maaf, uang Anda benar-benar tidak cukup untuk membeli boneka ini..” Kemudian anak itu menoleh dan bertanya kepadaku “Paman, apakah Anda yakin bahwa uang saya benar-benar tidak cukup?”

Aku menghitung uangnya dan menjawab “Sayang.., kamu sudah tahu bahwa uangmu tidak cukup untuk membeli boneka ini.” Anak kecil itu tetap saja memegang boneka ditangannya.

Akhirnya aku mendekatinya dan menanyakan, kepada siapa boneka itu akan diberikan.

“Ini adalah boneka yang paling disayangi adik perempuanku, dia sangat menginginkannya. Saya akan memberikan kepadanya sebagai hadiah ulang tahun.”

“Saya harus memberikan boneka ini untuk Mamaku, sehingga Dia bisa memberikannya kepada adik ketika Mama pergi kesana juga.” Matanya terlihat begitu sedih ketika mengatakan hal itu.

“Adikku telah pergi bersama Tuhan…. Dan Ayah mengatakan bahwa Mama akan segera menyusulnya juga, jadi saya pikir Mama bisa membawa boneka ini untuk diberikan kepada Adik saya….”

Jantungku hampir berhenti saat itu, Anak kecil itu menatap saya dan berkata “Aku bilang ke Ayah, untuk memberitahu Mama supaya tidak pergi lebih dulu. Aku ingin Mama menungguku sampai saya kembali dari Mall.”

Kemudian dia menunjukkan foto yang sangat bagus, foto dimana dirinya sedang tertawa. Kemudian dia mengatakan kepadaku “Saya ingin Mama membawa foto ini, sehingga Adik tidak akan melupakanku.” “Aku sangat sayang Mama dan berharap Dia tidak akan pernah meninggalkanku, tapi Ayah mengatakan bahwa Mama harus pergi dengan Adikku.”

Kemudian Dia melihat lagi boneka itu dengan mata yang sangat sedih.

Aku cepat-cepat mengambil dompetku dan berkata pada Anak itu “Bagaimana kalau kita periksa lagi, uangmu cukup tidak buat membeli boneka ini?..”

“OK!, Saya berharap uang saya cukup”. Tanpa sepengetahuannya aku menambahkan uang dan kami mulai menghitung lagi. Ada cukup uang untuk membeli boneka itu, bahkan lebih. Anak kecil itu berkata “Terima kasih Tuhan, karena memberiku uang yang cukup!.”

Kemudian Dia menatapku dan mengatakan ”Kemarin malam sebelum saya tidur, saya berdoa kepada Tuhan supaya uang saya benar-benar cukup untuk membeli boneka, sehingga Mama bisa memberikannya kepada Adik saya.” “Tuhan mendengar saya.!”

“Saya juga ingin punya uang lebih untuk membelikan Mama mawar putih, tapi saya tidak berani meminta terlalu banyak. Tetapi Tuhan memberiku uang lebih, sehingga aku bisa membeli boneka dan mawar putih. Mamaku sangat suka dengan mawar putih“

Aku selesai berbelanja dalam keadaan perasaan yang samasekali berbeda dengan saat aku berangkat. Pikiranku tidak bisa lepas dari Anak kecil itu, lalu aku teringat sebuah berita di koran local 2 hari lalu, yang menyebutkan seseorang dalam kondisi mabuk mengendarai truk menabrak sebuah mobil yang di dalam ada Ibu muda dengan gadis kecilnya. Gadis kecil itu meninggal seketika, dan ibunya dalam kondisi yang kritis. Keluarga harus memutuskan, untuk menjabut mesin penopang hidup (life-sustaining machine), karena wanita muda itu tidak akan mampu pulih dari koma lagi. Apakah ini keluarga dari Anak kecil itu?

Dua hari setelah pertemuanku dengan Anak kacil itu, saya membaca Koran bahwa wanita muda itu akhirnya meninggal. Aku tidak bisa menahan diriku untuk membeli seikat mawar putih dan pergi ke rumah duka, dimana tubuhnya masih di dalam peti terbuka sehingga orang yang datang bisa melihatnya dan memberikan doa terakhir sebelum dimakamkan. Dia di sana, di dalam peti matinya, memegang mawar putih yang indah ditangannya dengan sebuah foto anak kecil dan boneka itu diletakkan di atas dadanya. Aku meninggalkan tempat itu dengan berlinang air mata, dan sejak itu hidupku berubah untuk selamanya…

Rasa cinta Anak kecil itu untuk Ibu dan adiknya akan terus ada, sampai hari ini, dan apa yang dia rasakan sulit akan dimengerti bagi banyak orang.

Dan dalam waktu yang sepersekian detik seorang sopir mabuk mengambil semua darinya. Please don’t Drink & Drive

 

========

Surat Dari Ibu Untuk Putrinya

Untuk putriku tercinta, hari ketika kamu melihat aku menjadi tua, aku berharap kamu tetap bersabar dan lebih memahami apa yang aku alami.

Jika kita sedang berbicara, ketika aku hanya mengulang kata-kata yang sama, jangan menyela dan mengatakan “Baru semenit lalu kamu mengatakan hal sama”… Tolong dengarkan saja, coba ingat-ingat lagi ketika kamu masih kecil dan aku membacakan cerita sampai malam hanya untuk membuatmu tertidur.

Ketika aku tidak ingin mandi, jangan marah atau membuatku malu. Ingatkah kamu ketika masih seorang gadis kecil, aku harus berlari-lari hanya untuk membuatmu mandi saja?..

Ketika aku terlihat sangat bodoh untuk sebuah teknologi baru, beri aku waktu untuk belajar, dan jangan menganggap aku seperti itu.. Ingat sayang, aku dengan sabar mengajarkan banyak hal, bagaimana melakukan sesuatu, seperti makan tepat waktu, memakai baju, menyisir rambut, dan banyak hal lagi dalam kehidupan sehari-hari. Hari dimana aku semakin tua, tetaplah bersabar dan yang paling penting dari itu semua, cobalah kamu lebih memahami apa yang aku alami.

Jika aku tidak nyambung lagi atau lupa dengan apa yang kita bicarakan, beri waktu aku untuk mengingat dan jika aku tetap tidak bisa juga tetap sabar, jangan menggerutu dan jangan marah. Cukup katakan dalam hatimu, yang paling penting adalah aku tetap masih bisa bersamamu.

Dan ketika hari tuaku benar-benar datang, tentunya kaki lemahku tidak bisa bergerak secepat dulu lagi, ulurkan tanganmu dengan cara yang sama ketika aku mengulurkan tangan saat kamu pertama kali belajar berjalan.

Ketika hari-hari seperti itu benar-benar datang, jangan merasa sedih… Cukup menjadi seperti aku, memahami dan menyayangiku dengan penuh cinta, hanya sementara, sebelum aku sampai diakhir hidupku.

Aku akan sangat menghargai dan berterima kasih, atas karunia waktu, kebersaaman kita dan suka cita yang kita bagi. Dengan senyum lebar dan rasa cinta yang besar untukmu, aku hanya ingin mengatakan… Aku sangat sayang padamu… Putriku tercinta…

-Unknown

 

Tammy Terima Raport

Tammy (8 tahun), membawa raportnya pulang dari sekolah, dengan nilai yang baik, rata-rata nilai A dan B.

Namun, Gurunya memberi catatan kecil di bagian bawahnya, “Tammy adalah anak yang cerdas , tetapi dia mempunyai satu kekurangan. Di kelas, dia terlalu cerewet atau banyak bicara. Saya punya ide atau solusi untuk mengurangi kebiasaan buruknya itu.”

Ayah Tammy pun merespon catatan Guru itu dengan menuliskan“ Tolong beritahu Saya jika Ide Anda itu berhasil pada Tammy, Saya ingin mencoba itu pada Ibunya.”

#Mother’s Day